Arsip

Posts Tagged ‘Hutang’

HUTANG adalah kebutuhan PRIMER

19 Oktober, 2012 9 komentar

Dahulu kala ketika saya mulai SD sudah dijelaskan kebutuhan primer kita sebagai manusia, pertama pangan, kedua sandang dan terakhir papan atau rumah. Sepertinya untuk saat ini WAJIB ditambah satu lagi yaitu HUTANG.

Mengapa hutang? sepertinya dijaman materialistis ini dari milyaran orang dewasa (kalau anak kecil sepertinya tidak termasuk) bisa dihitung dengan jari, orang yang tidak punya hutang sama sekali (hiperbola sekali). Dari mulai buruh sampai pengusaha super kaya memiliki hutang, setidaknya hutang untuk investasi.

Kemudahan untuk berhutang ini yang tampaknya menjadikan semua orang berhutang. Untuk membeli sebuah sepeda motor saja lebih cepat dengan berhutang, walaupun stock motor di dealer banyak banget, kalau berniat bayar cash pasti disuruh indent 1-3 minggu dulu, aneh ya? (setidaknya itu yang terjadi di daerah saya).
Untuk hutang yang tidak pakai jaminan saja prosesnya cuma 3 hari dan tanpa proses akad kredit didepan petugas bank, cukup konfirmasi dan persetujuan lewat telpon dan uang puluhan bahkan ratusan juta sudah nyaman berada di rekening kita, mudah dan ringan (saat terima uangnya).

Permasalahan yang terjadi adalah … kita cenderung konsumtif karena hutang yang mudah itu untuk keperluan konsumtif, kalau untuk usaha … tunggu dulu … perlu surat ijin macam-macam, jaminan yang nilainya diatas hutang dan bunganya lebih mahal … aneh ya…

Hutang yang sejatinya digunakan apabila kita tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok akhirnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan tertier dan akhirnya untuk sebagian orang malah akan sangat memberatkan dan bisa jadi malah 3 kebutuhan pokok utama malah tidak terpenuhi gara-gara HUTANG (untuk kebutuhan konsumtif).
Baca selanjutnya…

Iklan
Kategori:Catatan Suami Tag:

Tawaran Hutang

17 Maret, 2008 4 komentar

sandra_dewi1.jpgSudah beberapa kali saya menerima telepon yang menawarkan hutang, seperti biasa saya hanya bisa menjawab “Nggak usah dulu nanti saya telpon kalau saya butuh”. Sebenarnya saya termasuk orang yang nggak tega menolak tetapi saya berusaha menolak dengan halus. Bukan saya tidak butuh uang (baca : hutang) cuma sejak memutuskan untuk membangun rumah segala kebutuhan yang sifat-nya konsumtif kami hilangkan. Istri tercinta biasa bilang “buat rumah dulu kalau sudah pindah baru boleh beli apa saja”, padahal daftar tunggu sudah banya 😀 , LCD TV 32″, Sepeda Gunung.
Baca selanjutnya…

Kategori:Kisah, Lain-lain Tag:,