Beranda > Catatan Suami > MAYDAY : Kesejahteraan Buruh?

MAYDAY : Kesejahteraan Buruh?

Saya punya cara tersendiri untuk merayakan MayDay. Jalan-jalan bersama istri tercinta ke Semarang melihat-lihat Pameran elektronik dan melihat-lihat barang High-End yang tentu saja bukan konsumsi buruh seperti saya. Bertanya kesana kemari sambil sesekali menawar …. enak juga berkhayal menjadi buruh yang makmur.

Dilain sisi banyak kaum buruh merayakan MayDay dengan berdemonstrasi menuntut kesejahteraan kaum buruh. Bicara kesejahteraan buruh ada 3 komponen menurut saya yang berperan, 1. Buruh 2. Pengusaha 3. Pemerintah yang secara nalar komponen 1 tidak akan bersinergi dengan komponen 2 dan 3, Komponen 2 dan 3 bisa saja terjadi sinergi asal tahu-sama tahu dan berdalih untuk kepentingan nasional agar para pengusaha dalam dan luar negeri tidak meninggalkan Inonesia.

Bicara kesejahteraan buruh adalah sesuatu hal yang sangat tidak mungkin (anda bisa berbeda pendapat dengan saya) Pengusaha sebagai orang yang mempunyai modal tentu akan memikirkan bagaimana mencari keuntungan sebanyak-banyaknya untuk kemakmuran dirinya sendiri, terbersit pikiran untuk mensejahterakan kehidupan buruh ? jika buruh sejahtera maka keuntungannya akan berkurang. Dilain sisi pemerintah sebagai regulator pembuat kebijakan pasti juga ingin mensejahterakan dirinya sendiri (tidak perlu dijelaskan). Bagaimana dengan buruh, berdemo setiap hari-pun kehidupannya tidak akan sejahtera malah mungkin saja kesejahteraannya semakin menurun karena jarang berangkat kerja karena demo, malah bisa saja kena PHK.

Saat pertama saya memasuki dunia kerja, saya diajak seorang teman baru untuk masuk kedlam organisasi Serikat Pekerja, Saat itu saya langsung menolaknya karena dunia kerja adalah bagaimana membuat sebuah sistem kerja yang efisien sehingga pekerjaan kita akan terselesaikan dengan cepat dengan tenaga sehemat mungkin🙂 . Me-manage sebuah sistem, instrumen dan mesin bekerja sesuai dengan kehendak kita. Untuk ikut aktif kembali kedalam organisasi pekerja? nggak deh… Saat 1997 Saya ikut getol berdemo menuntut turunnya Presiden Soeharto, sebuah harapan agar kehidupan yang dijalani akan menjadi lebih baik…. waktu berjalan ternyata cita-cita hanya sebuah cita-cita yang menggantung di langit tak berbatas…. Akankah saya kembali terperosok kedalam kesalahan yang sama … membuat sebuah harapan tentang kesejahteraan kaum buruh yang menurut saya tidak akan pernah tercapai …..

Selamat Hari buruh Sahabatku …

Kategori:Catatan Suami Tag:,
  1. 1 Mei, 2008 pukul 8:15 pm

    selamat hari buruh, mohon maaf lahir dan bathin!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: