Beranda > Lain-lain > A Thousand Waterfall

A Thousand Waterfall

locator_kabupaten_kendal.pngLiburan ini panjang ini sayang kalo nggak dimanfaatkan untuk refreshing. Daripada kepikiran naikin traffic Si Michael dan Si Cheers😀 . Acara kami kali ini adalah berpetualang ke Curug Sewu (Air Terjun Curug Sewu) padahal air terjunnya Cuma 3 tingkat dan tingginya sekitar 80 meter, kenapa namannya Curug Sewu (sewu=seribu) kata mas Arif dulu tiket masuknya seribu he he, dasar katanya calon Bupati Kendal sejarah Curug Sewu saja nggak ngerti.
Kami melakukan perjalanan mulai pukul 08.05 pagi. Perjalanan ke Curug Sewu dari Kota Kendal sekitar 44 km, melalui Cepiring – Weleri – Sukorejo – Petean – Curug Sewu. Jalan datar dari Kendal – Weleri dilewati dengan lancer karena jalanan hari ini sepi banget, nggak seperti biasanya jalur Pantura selalu padat. Weleri – Sukorejo merupakan jalur pegunungan dengan jalan yang berkelok-kelok, suasana pegunungan yang asri dan sejuk jalur ini kalau dikota lain mungkin sama dengan di Malang antara Pujon – Batu atau jalur Probolinggo – Bromo. Beberapa ruas jalan terlihat bekas longsor, jadi hati-hati bagi anda yang baru melewati jalur ini, ada baiknya mengikuti mobil plat lokal yang biasa menempuh jalur ini, bisanya mereka hapal jalur dan lubang dibagian jalan.
Sesampai di Alun-alun Kota Sukorejo pukul 09.14 pagi, sengaja kami melalukan perjalanan dengan santai, biasanya bisa ditempuh 45 menit dari Kendal.

Dari Alun-alun Kota Sukorejo ambil jalur Temanggung, kurang lebih 5-10 menit akan ada Gapura Selamat Datang di Curug Sewu sebelah kiri jalan, sudah sampai … belum karena harus menempuh perjalanan kira-kira 10 menit baru deh sampai. Setelah parker (bayar duluan setelah itu nggak diurusin lagi sama tukang parker padahal jalan sempit dilihat orangnya didemian juga dasar Cuma mau duitnya aja) Masuk kelokasi Wisata harus bayar Rp. 3.700,- jumlah yang nggak “ganep” mending Rp. 3.500,- atau Rp. 4.000,- sekalian paling-paling juga nggak ada kembaliannya.
Memasuki lokasi wisata disambut oleh Vespa super besar hasil dari Perkumpulan Vespa Jateng. Kami lalu menuju Gardu Pandang Curug Sewu, nggak puas akhirnya kami memutuskan untuk turun aja mendekati Lokasi Air Terjun, jalan undak-undakan didepan mata kelihatan sudah nggak keurus, sesampai dipertigaan ditagih lagi Karcis yang katanya lokasi masuk hutannya Perhutani, RP. 3.000,- lho…bukannya sudah bayar .. katanya itu milik Pemda Kendal yang ini punya Perhutani…. Kenapa nggak disatuin saja ya.. kesannya jadi menjebak soalnya nggak ada loket-nya cuma orang jalan pake Celana Perhutani dan kaos oblong dan yang ngeri bawa “arit” segala hiii (mungkin untuk potong rumput he he). Sesampai didekat air terjun suasana kayak gerimis, maklum air terjun yang menghantam bebatuan dibawahnya menimbulkan titik air yang bagai gerimis. Kedinginan dibawah akhirnya naik mendekati pangkal air terjun. Ternyata sungai yang mengalir kecil nggak selebar air terjunnya cuma alirannya deras banget. Lokasi berbahaya ini hanya dibatasi oleh bamboo seadanya, kata embok-embok yang jualan disana sejak 2 tahun lalu diurus Perhutani malah nggak keurus, Gimana nich Perhutani atau memang mau dijadikan Hutan Wisata jadi memang nggak usah diurusin ya biar Hutan beneran … sayang banget lokasi yang seharusnya jadi Obyek Wisata Alam yang menarik malah terlantar coba dikelola bersama dngan antara Perhutani dengan Pemda atau malah diswastanisasi malah mungkin akan lebih bagus.
Perjalanan seharusnya bisa lebih jauh tetapi ngeri juga berdua masuk ke Hutan Wisata dari jalannya licin terus kanan kiri pohon tua sudah menghadang kelihatan angker… Mas Arif yang sok paranormal bilang banyak genderuwo-nya … memang cerita embok yang jualan ada sepasang kekasih yang foto polaroid disekitar air terjun, ternyata ditengahnya ada makhluk halus sejenis genderuwo.. hiiii ngeri dan foto itu katanya ditinggal diloket masuk nggak berani dibawa pulang. Mas Arif bilang makanya lelaki dan perempuan yang bukan muhrim-nya kalo berduaan ditempat sepi ketiganya setan (kali ini setannya Genderuwo hiiii)
Akhirnya perjalanan diteruskan ke pintu keluar Hutan Wisata daripada ngeri…., sesampai didepan patung Badak istirahat dulu. Ternyata sekarang di Curug Sewu ada Kolam Renang, Kebun Binatang dan Jet Coster (sayang nggak beroperasi) desekitar Jet Coster ternyata banyak monyet yang dibiarkan berkeliaran, lucu juga melihat tingkah laku monyet…
Capek juga kaki padahal sudah lepas sendal, he he kali ini memang salah kostum harusnya pake sepatu kets malah pake sendal hak tinggi 5 cm.. capek deh….
Saat-nya pulang … keluar dari Curug Sewu ada 2 alternatif jalan pulang, lewat Sukorejo – Weleri – Cepiring – Kendal atau lewat Patean – Boja – Kaliwungu – Kendal, kalau pengen suasana berbeda dan hawa yang lebih sejuk bisa lewat yang ke-2, pemandangan nggak kalah asyik-nya malah jalur Boja – Kaliwungu bisa lewat ALASKA (ALAS KAret / Hutan Karet) tapi jalan disini sepi. Kami berdua memutuskan lewat jalur ke-1 soalnya ada Restoran Masakan Jowo yang diincer didaerah Weleri, kali ini perjalanan agak cepat selain jalan menurun juga agak sepi cuma sesekali ada truk penggangkut pasir gunung dari Pegunungan Merbabu. Jalan kali ini menrunun, menurut Mas Arif jalur ini enak digunakan untuk WRC, bisa ngepot sani sini. Ehh ternyata ada bis yang mogok ditanjakan mana didorong sama 2 orang lagi apes bener tuh kondektur sama kenek-nya😀 .
Akhirnya sampe juga di Warung Sate Kelinci kali ini di Cepiring, sudah lama diidamkan baru kesampaian. Tapi lama juga nunggu katanya nunggu di sembelih dulu dan tips biar enak Kelinci sebelum disembelih harus disuruh lari-lari dulu baru disembelih biar otot-nya kenyal dan nantinya lebih gurih…. bukan ahli masak yang ngomong cuma he he biasa….😀 (siapa lagi yang bareng saya .. he he).
Akhirnya….. Refreshing juga ……

Kategori:Lain-lain Tag:
  1. 24 Maret, 2008 pukul 1:10 pm

    deuh yang abis refreshing
    seneng2 ni ye
    ga ngajak2😦

  2. 25 Maret, 2008 pukul 6:18 am

    Biasae kalo sembelih kelinci suka gak tega. Aku bagian nyate dan makan ajah😆

  3. 25 Maret, 2008 pukul 12:10 pm

    Iya setelah kerja sepanjang tahun (hiperbola sedikit😀 ) memang harus refresing… daging kelinci memang enak kalo disate
    Boleh gabung mas Achoy dan Mas Fisha … Dijamin tak traktir🙂

  4. 1 April, 2008 pukul 2:12 pm

    disuruh lari2 dulu kelincinya? pake treadmill g?
    he he😀
    presty yang makan2 aja deh..
    dah capek ngejer kelincinya lari2😛

  5. 1 April, 2008 pukul 3:18 pm

    Iya mbak .. tahu tuh koki-ku yang stu ini sering ngawur kalo beranalisa😆

  6. 15 Juli, 2008 pukul 11:35 pm

    curug sewu is the best……palagi ceweknya caem2……Heheheheh

  7. 15 Juli, 2008 pukul 11:39 pm

    weleh weleh…..curug sewu kya gimana ya??????
    pasti bikin pegel kaki kali y??????
    buat mas bigwanto,,,,apa bener cewek nggunung caem2????

  8. 19 Juli, 2008 pukul 11:48 am

    @bigwanto dan brontox : bener mas .. cewe’ gunung caem-caem dan putih-putih, cuma kakinya besar … kebanyakan naik turun gunung🙂

  9. DEWI, SHAH ALAM-MALAYSIA
    17 November, 2008 pukul 2:22 pm

    no good lah !!!

  10. ery
    1 Februari, 2009 pukul 5:08 pm

    gmn asyik ke curug sewu??
    mo tanya yagh..
    tuk lokasi obyek yang dikelola ma perhutani tu gimana akses ksnanya..
    jarak antar obyek pa jauh???

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: